Mengapa dibentuk pemerintahan militer di sumatera jawa dan juga indonesia bagian timur? mari kita sama sama cari tahu jawaban serta penjelasannya pada tulisan kali ini dibawah.

Mengapa dibentuk pemerintahan militer di sumatera jawa dan juga indonesia bagian timur?

Jawaban: Dislansir dari berbagai sumber yang kami peroleh, Mengapa dibentuk pemerintahan militer di sumatera jawa dan juga indonesia bagian timur adalah Karena Di sumatera karena disana terdapat banyak tambang minyak yang diperlukan utnuk melumasi mesin-mesin perang Jepang serta untuk memperkuat pertahanan Jepang untuk melawan sekutu. Jadi intinya memperkuat kekuasaan Jepang..

Cari tahu juga jawaban dan penjelasan dari pertanyaan berikut: berikan contoh partisipasi masyarakat dalam usaha pembelaan negara di lingkungan masyarakat

Pembahasan

Masa pendudukan Jepang di Indonesia yaitu selama tiga tahun lamanya. Kebijakan militer yang dikeluarkan Jepang yaitu  dibentuknya  pemerintahan militer di Sumatera, Jawa-Madura, dan kawasan Indonesia Timur

Kenijakan Jepang di bidang politik yaitu GERAKAN TIGA A. Gerakan Tiga A berfungsi untuk menarik simpati orang Indonesia agar orang Indonesia menyambut kedatangan Jepang bukan sebgai penjajah tetapi sebgai saudara tua yang akan menyelamatkan Indonesia dari penjajah sebelumnya yaitu Belanda yang terlebih dahulu telah bercokol di Indoensia selama 350 tahun lamanya. Selain itu Gerakan Tiga A bertujuan supaya rakyat Indonesia membantu jepang melawan Sekutu.

👉 TRENDING  Ani : “Where is Andi, Don? … I will borrow some money from him.Doni :”Sorry, I don’t know where he is.”?

Syamsuddin SH memimpin Gerakan Tiga A . Akan tetapi gerakan tiga A tidak berhasil menarik simpati rakyat. Desember 1942 jepang  membentuk organisasi baru yang  dipimpin oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional. Pembubaran Gerakan Tiga A pada tahun 1943.

Jepang membagi semua wilayah kepulauan Indonesia bekas Hindia-Belanda menjadi tiga wilayah militer antara lain:.

1. Pemerintahan militer Angkatan Darat, yaitu Tentara Ke-16 (Asamu Shudan) untuk Jawa dan Madura dengan pusatnya di Jakarta. Selain itu juga terdapat Angkatan Laut (Dai Ni Nankenkantai).

2.Pemerintahan militer Angkatan Darat, yaitu Tentara ke-25 (Tomi Shudan) untuk Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi.

3. Pemerintahan militer Angkatan Laut, yaitu Armada Selatan ke-2 untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku dengan pusatnya di Makassar.

Pulau Jawa merupakan pusat pemerintahan yang sangat penting,waktu itu masih di berlakukan pemerintahan sementara. Menurut Osamu Seirei (Undang-undang yang di keluarkan oleh Panglima Tentara ke 16) yang berisi ketentuan :

a.Penghapusan penggunaan istilah Gubernur Jenderal pada masa Hindia Belanda

b. pengambilalihan seluruh kekuasaan yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda.

c.Para penjabat pemerintah sipil beserta pegawainya di masa Hindia belanda tetap di akui kedudukannya ,asalkan memiliki kesetiaan terhadap tentara pendudukan Jepang

d.Badan-badan pemerintah dan undang-undang di masa Belanda tetap di akui secara sah untuk sementara waktu,asalkan tidak bertentangan dengan aturan pemerintahan militer Jepang

Adapun pemerintahan susunan militer Jepang adalah

👉 TRENDING  Amalan yang terdapat dalam ibadah haji maupun umrah adalah?

a.Panglima tentara (Gunshirekan), kemudian di sebut Panglima Tertinggi (Seiko Shikikan) Sebagai pucuk pimpinan. Panglima tentara pertama di jabat oleh Letjen Hitoshi Immamura.

b.Kepala Pemerintahan Militer (Gunseikan) .Kepala staf pertama adalah Mayor Jenderal Seizaburo Okasaki .di Kantor Pusat di sebut Gunseikabu ,terdapat 4 Bu (semacam departemen) yaitu : Somobu (Departemen Dalam Negeri) Zaimubu (Departemen Keuangngan), Sangvobu (Departemen Perusahaan,Industri dan Kerajinan tangan atau usurusan Perekonomian), Kotsubu (Departemen Lalu Lintas), Shihobu (Departemen Kehakiman)

c.Koordinator Pemerintah dengan tugas memulihkan ketertiban dan keamanan atau semacam gubernur(Gunseibu) . Gunseibu mencakup wilayah:

(1) Jawa Timur : Pusatnya di Surabaya

(2)Jawa Tengah : Pusatnya di Semarang

(3)Jawa Barat : Pusatnya di Bandung. (Lt)

Share: