Berikut ini merupakan urutan proses pembentukan urine yang benar adalah? mari kita sama sama cari tahu jawabannya pada tulisan kali ini dibawah.

Berikut ini merupakan urutan proses pembentukan urine yang benar adalah

A. Filtrasi – augmentasi – reabsorpsi

B. Filtrasi – reabsorpsi – augmentasi

C. Reabsorpsi – filtrasi – augmentasi

D. Reabsorpsi – augmentasi – filtrasi

Jawaban: Dilansir dari berbagai sumber yang kami peroleh, Berikut ini merupakan urutan proses pembentukan urine yang benar adalah Filtrasi – Reabsorpsi – Augmentasi (B)

Penjelasan berikut ini merupakan urutan proses pembentukan urine yang benar adalah

1. Penyaringan (filtrasi)

Tiap ginjal mempunyai sekitaran satu juta nefron, yang disebut tempat pembangunan urine. Di saat tertentu, sekitaran 20 % dari darah akan lewat ginjal untuk disaring hingga badan bisa hilangkan beberapa zat tersisa metabolisme dan jaga kesetimbangan cairan, pH darah, dan kandungan darah.

Sisi pertama proses dari pembangunan urine ialah penyaringan yakni proses filtrasi darah yang memiliki kandungan zat tersisa metabolisme yang bisa jadi toksin untuk badan.

Penyaringan terjadi di tubuh malphigi yang terbagi dalam glomerulus dan kapsul Bowman. Glomerulus memfilter air, garam, glukosa, asam amino, urea dan sampah yang lain untuk melalui kapsul Bowman. Hasil penyaringan ini hasilkan urine primer.

👉 TRENDING  Kain kafan yang dipakai untuk mengafani jenazah laki-laki sebanyak

Urine primer terhitung urea didalamnya, yang dibuat dari amonia yang terkumpul saat hati mengolah asam amino dan disaring oleh glomerulus.

2. Reabsorpsi

Sekitaran 43 galon cairan melalui proses penyaringan, tapi mayoritas diserap kembali saat sebelum dikeluarkan dari badan. Reabsorpsi terjadi di tubulus proksimal nefron, lengkung Henle (loop of Henle), tubulus distal dan tubulus pengumpul.

Air, glukosa, asam amino, natrium, dan gizi yang lain diserap kembali lagi ke saluran darah di kapiler yang melingkari tubulus. Air bergerak lewat proses osmosis, yakni gerakan air dari tempat fokus tinggi ke fokus yang lebih rendah. Hasil di proses pembangunan urine ini ialah urine sekunder.

Umumnya semua glukosa diserap kembali. Tetapi, ke orang dengan diabetes, kelebihan glukosa masih tetap bertahan di dalam filtrat. Natrium dan ion-ion lain diserap kembali secara tidak komplet, dengan pembagian yang semakin besar sisa dalam filtrat saat semakin banyak dimakan pada makanan, hasilkan fokus darah yang semakin tinggi. Hormon atur proses transport aktif di mana ion seperti natrium dan fosfor diserap kembali.

3. Sekresi atau augmentasi

Sekresi ialah tahapan paling akhir dalam pembangunan urine, yakni saat urine pada akhirnya dibuang. Zat-zat mengucur langsung dari darah disekitaran tubulus distal (distal convoluted tubule) dan tubulus pengumpul (collecting tubule) ke tubulus itu.

Sekresi alias pembuangan ion hidrogen lewat proses ini ialah sisi dari proses badan untuk jaga pH yang pas, atau kesetimbangan asam dan basa badan.

👉 TRENDING  orang yang terhalagi mendapatkan keseluruhan atau terkurangi jatah warisannya disebut

Ion kalium, ion kalsium, dan amonia dibuang pada tahapan ini, seperti sejumlah obat. Ini agar formasi kimia darah masih tetap imbang dan normal.

Prosesnya terjadi dengan tingkatkan pembuangan zat seperti kalium dan kalsium saat fokus tinggi dan dengan tingkatkan reabsorpsi dan kurangi sekresi saat tingkatnya rendah.

Urine yang dibikin oleh proses ini selanjutnya mengucur ke sisi tengah ginjal yang disebutkan pelvis ginjal, selanjutnya terus mengucur ke ureter dan disimpan di kandungan kemih. Dari kandungan kemih, urine seterusnya mengucur ke uretra dan akan dibuang keluar saat buang air kecil.

 

Baca Juga: Berdoa pada setiap usaha dapat memberikan dampak baik yaitu

Share: